Kamis, 27 Agustus 2009

Wajarkah Aku

Tak puaskah bagimu
Segenggam cinta yang diberi setiap hari
Secangkir cinta yang tercurah setiap detik

Tak ibakah Engkau
Atas cemas yang menjelma dalam setiap malamku
atas rintih yang terucap dalam setiap Do'a ku

Tk cukupkan untukmu
Setiaku di atas khianat mu
Lembutku di dalam dinginmu

Masih pantaskah untukku
Sebukit sabar untuk setiap kecurangan
sebait pujian atas segala cacian
sejumput Do'a dalam setiap hinaan

Masih wajarkan
saat ku Membunuh atas rasa takutku
kala ku menyumpah atas segala bimbangku
Ketika rasa atas Cinta
Menghilang terbang

Senin, 24 Agustus 2009

Pinta Sederhana

Ku ingin Sumpah mu
Atas Cinta yang tak mendua
Demi rasa yang kita punya
Agar bahagia menjelma

Tak ku rantai ragamu
Demi tuk puaskan Inginku
Yang kumau Relamu
Demi Cinta yang kau punya

Aku sanggup Menunggu
Tapi tak Seribu tahun
Cukup Hingga kau tahu
Bahwa maumu adalah Aku

Cinta titik

Dalam satu goresan pena
Aku tahu kau berbeda
Dalam satu ucap kata
Aku tahu kau berubah

Jeritku Mengetuk Langit
Meminta jawab atas salahku
Raungku mengguncang bumi
Mencari letak atas dosaku

Iba ku tak sampai
Tangisku tak terdengar
Rintihku mengabur
cinta mungkin tlah terkubur

Entah apa..
Entah karna siapa..
Entah bagaimana..
Entah entahlah..

Ku tak dapat menggenggammu lagi
Cinta di titik ini.

Jika Cinta

Jika Cinta Menyapa Dada
Tak perlu lagi Alasan
Kenapa dia harus ada
Karna Cinta itu sendiri Alasannya

Jika Cinta Menyentuh Rasa
Tak perlu lagi bertanya
Mengapa dia ada
Karna cinta sendiri yang merasakannya

Jika Cinta menjelma raga
tak perlu lagi terpana
Mengapa tak bentuk Rupa
Karna Cinta itu sendiri Wujudnya

Jika Cinta Perlahan Pergi
Tak perlu lagi di sesali
Akan alasan kenapa dia pergi
Karna Cinta memang Misteri

Berharap

Di balik Senyum ini
Masih tersimpan tawa
Dibalik sipu malu ini
Masih tersembunyi Hasrat Menggelora

Ingin ku ungkap cinta
Andai aku punya kata
Ingin ku ungkap sayang
Jika masa tlah datang

Burungpun kan malu
jika mendengar senandung rinduku
Mawar pun kan Cemburu
Jika Melihat kegirangan hatiku

Mungkin Awan kan menuntu mu
mungkin pelangi kan jadi petunjukmu
mungkin mentari kan bukakan matamu
mungkin bumi kan slalu mengawalmu
padaku pada Jalanku
Bahwa ku ada untukmu.

Kamis, 20 Agustus 2009

Cinta

Akankah ku terjebak
Pada satu kata Pinjaman
dari pujangga picisan
yang melayang di udara

Mungkinkah ku terketuk
Oleh Hembusan Wabah
yang terbawa Roman
dengan mengumbar Syahdu

Masih ku mencari
Akan Rasa yang harus ku anut
Ku rawat dan Ku biarkan
Untuk Hidup
Sekarang, Esok atau Abad Mendatang
Masih mencari Makna

CINTA

Minggu, 16 Agustus 2009

Puisi Sederhana

Aku mulai terusik
Dengan puisi biasa
Yang jauh dari rasa
Dan dari bahasa pujangga.

Huruf nya teracak sedikit tertata
Kata tersusun hanya sekenanya
Takada bait dan Jeda
Karna hanya deretan Kata.

Aku mulai melirik
Isi dari segala makna
Yang tertanam dalam kata
Walau sederhana.

Aku mulai bertanya
Rahasia Hati yang terbawa
Yang di wakili kata sederhana
Tentang Cinta Yang tak sederhana.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes