Rabu, 28 Oktober 2009

Mawar

Kuncup perlahan mekar
Merekah menjadi mawar
Tak lupa berduri
Sebagai pagar diri

Mawar perlahan mengembang
Menjulang tinggi semampai
Membelah langit
Di belai angin pagi

Tak ada ragu dalam sembilu
Tuk raih cita lupakan masalalu
menggapai asa yang menjelma
hingga ada di depan mata

Merah laksana semangatnya
Lembut laksana Jiwanya
Tegar laksana asanya
Garang laksana Tekadnya

Mawar beduri
Menyongsong mentari
Dengan senyum berseri

Minggu, 18 Oktober 2009

Cinta pujangga

cinta itu belaian lembut
yang menyentuh sisi terdalam
Jiwa diri pecinta
Yang membuat dia jadi pujangga


cinta itu kecupan hangat
yang menyentuh belah jiwa
Relung hati pujangga
Yang membuat dia jadi terlena

Cinta itu cinta
Cinta itu pujangga
Cinta itu Candu
Cinta itu Rindu

cinta cinta...
Cinta yang membuat Pujangga terlena..

Jumat, 02 Oktober 2009

Cinta itu

Pada satu bintang
Aku titipkan tanyaku
Aku Gantungkan raguku
aku pasrahkan bimbangku

Pada satu pohon
ku berteduh dari gamang
Akan rasa tak trbalas
Tentang Cinta yang terbiarkan

Ku berdiri menepi
Dari Jalan berkelok ini
Tanpa peta dan navigasi
Akan arah cintamu pergi

Inginku mengejarmu
Tukcari terang itu
Atas jawab dari segala tanya
Tentang aku dan Cinta itu

Ingin ku menyerah
Menutup Cerita
Tentang kau aku dan cinta
Tentang kita

Kamis, 01 Oktober 2009

Sepucuk surat tlah ku buat
Ku masukan dalam amplop puth bergaris biru
ku rapat dan ku simpan di atas meja
siap untuk di poskan besok pagi

Surat itu tentang keluhku pada Tuhan
Akan takdir yang tak kumengertian
Atas jalan hidup yang terlalu berliku
hingga ku terlalu lelah

Surat itu tentang protesku pada Tuhan
Akan peran ku yang hanya piguran
pada layar emas kehidupan
Hingga ku tak di anggap dan teracuhkan

Surat itu tentang sedihku pada Tuhan
Akan kebodohanku yang tak mengerti
Pada narasi hidupku sendiri
yang di Buat Tuhan mengoleksi Perih

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes