Selasa, 29 Desember 2009

pagi ku

Pagi ku hitam
Di mulai dengan menguap panjang
Di sambung serapah tajam
Pada malam yang tak terpuaskan

Pagi ku kelam
Di mulai dengan menyumpahi mentari
Yang datang tak tahu diri
Mengganggu mata yang masih bermimpi

Aaaarrrrhhhhh
Teriakku membahana..
Kenapa malam terlalu singkat
Tuk lepaskan lelah ku
tuk sembunyikan borokku

Aaaarrrhhhh
Kenapa mentari begitu patuh
Pada waktu tuk terbangun
Membuka aib hamba hina
Yang mengutuk nya karna setia

souljer 30/12/09

Apa yang harus aku perjuangkan

Cinta itu tak berbentuk
bait, baris bahkan kata
Cinta itu tak terkondisi
Malam, siang, ungu, hitam atau tak berwarna

Tapi Mengapa..
Ada kotak yang memisahkan rasa
Ada huruf yang membedakan alur
Ada sunyi yang membutakan hati
Ada pasrah yang mematahkan sukma

Dalam hening ini ku masih mengeja makna
Akan kata henti yang kau pinta
Tanpa perih tuk berjuang
Tuk hadapi segala perbedaan
Belumlah tercecer darah penghabisan
Tuk hadapi aral dan rintangan

Kasih...
Jika kau menyerah
Lalu apa yang harus aku perjuangkan

Chie_N
Office pajajaran 22/12/09
(di bantuin P'Zapra sahabat taman )

Rabu, 23 Desember 2009

Mengiri

Hanya mampu mengiri
Pada bidadari suci
Yang mencintaiMu tanpa batas
Tanpa jeda
Tanpa Interupsi

Kamis, 10 Desember 2009

Takdirkah ini

Pagi ini mawar telihat berseri
Awan biru cerah sekali
walau tak ada pelangi
Tapi kilau embun masih sempat menyapaku


Langit tak tampak mendung
Jauh alam dari rintik hujan
Kemanakah gerangan ilham
Bahkan tak sedikitpun guratan firasat

Aral itu mematuk rasa
Bembelah harap
Menghancurkan cita
Mengaburkan Ingin

Takdirkah ini..


rose_Souljer 10/12/09

Minggu, 06 Desember 2009

Sepi

Ku tatap mawar merah itu
Layu mengering
Tertindas waktu
Terbiarkan kumbang perjaka

Sepi'

Durinya tak lagi bertaring
Tak lagi bangga dengan warna
Taklagi merah merona
Tak lagi mempesona seperti sediakala

Sepi'

Seakan hidup sendiri
Tiada peduli pelangi berseri
Tak guna pula langit dan mentari
Seakan semua hanya mencaci

Sepi
Laksana cinta tiada lagi
Seiring hujan yang enggan menghampiri
Pada diri yang ternista hati

Chie_N
Tangerang 1/11/09

Bersedia Kembali

Tak lepas ku pegang kompas
Ku tengok tiap saat berbelok
Takut salah arah
Menuju rumah abadi
Tempat singgah yang hakiki

Ku bawa rangsel terbesar
Tuk siapkan bekal
Perjalanan yang kian terjal
Menuju tempat yang tak mudah
Tempat terindah yang penuh berkah

Tapi bukanlah Istana
Jika menujunya hanya sekerlip mata
Tapi bukanlah Jelata
Jika mencapainya tanpa cela

Walau ku tetap tersasar
Karna sedikit tak sabar
Walau bekal tlah hangus
Karna ku terlalu rakus

Tapi ku masih disini
Penuh semangat tinggi
Tuk lebih perbaiki diri
Menuju jalanMu yang abadi

Tuntunlah aku kini


Chie_N
Rose_souljer 6/12/09 (11.50)

Rintih Diam ku

Dalam hening aku menangis
Dalam senyum hatiku teriris
Lukaku menganga
Tanpa dia tau dan merasa

kala rindu tak bersapa
kala angan menerawang gulita
kala biduk tujuan tiada di mengerti
tanda cinta melukai hati

Pintaku sederhana
Hanya ingin mengerti
Cinta yang dia punya
Adakah untukku jua

Untukku.....
Yang masih bimbang dan bertanya
Yang masih mengemis dan mengiba
Dan,masih berkelana
Untuk pencarian sebuah cinta

posting ulang 8/12/09
Kolaborasi Anak Taman
(Chie_N, Ahmad, ryan)

Jumat, 04 Desember 2009

Bulan Mati

Kemarin purnama kembar temaniku
Bersama riak air sawah
saling menghibur
penuh canda mesra

Kemarin angin sepoi bersamaku
membelai lembut nurani
menentramkan ku
yang sedang sepi

Tapi kini tak lagi
Purnama pun berganti bulan hitam
Mati'
waktu seakan terhenti
daku kembali sepi

Bunuh diri

Dunia diam
walau tlah ku coba tuk bertanya
Dunia mencibir
walau tlah ku patutkan tingkah

Dunia caci
walau tlah ku coba tebarkan puji
Dunia kejam
walau tlah ku coba tuk memaklumi

pantaskan jika ku lelah?
ya sudah ku bunuh diri saja
membawa segenggam harap
tuk bertemu dengan Nya lebih cepat
tentang narasi yg tak sempurna
pada diri yg ternista

rose_souljer 2/12/09 09.30
terinspirasi dari yg bunuh diri..

Terjerembab

Jurang ini terasa dalam..
Sangat dalam...
Mencengramku tanpa rantai
Tapi mengikat tak bisa lepas

Lorongnya hitam
Bergambar bunga ungu kelabu
Tanpa duri
Tapi menyesakkan hati

ku tak mampu begerak
seakan tertancap mantap
ku tak mampu mengelak
seakan tlah jadi sasaran tepat

kemana ku harus kembali
mencari pegangan tuk menarik diri
terbebas dari sepi
dan rasa bersalah nanti

Rabu, 25 November 2009

Janji tak bersedih

Meniti pelangi dengan senyum berseri
Membawa segenggam asa
Berbalut seuntai janji
Tuk ta bersedih lagi

Bukan ku ingin melupakan mu sayang
Tapi sejenak ingin ku tenang
Jauh dari gundah
Atas curiga yg menjelma

Hatiku tetep milik mu sayang
Tapi dengan cara yang berbeda
Tanpa caci, tanpa curiga tanpa airmata
Ku ingin mencintamu dengan sederhana.

Berbalut kata sakti "Persahabatan"


Jumat, 06 November 2009

WAJAH

Kadang ada Pelangi indah di raut wajah itu
Penuh binar
Seakan berkata "Berbahagialah'...
Karna Aku ada untukmu"


Kadang ada selaput lembut menutupi raut itu
Dingin
Tak terbaca
Seakan ku tak pernah kenal dia

Kadang Wajah itu terasa Hangat
Ada Senyum
Yang membuatku tersipu
Dan hampir selalu ku rindu

Kadang ada ruang tak berujung
Terselubung
Hampa
Tanpa ku tau makna kenapa dia tak ada

Kadang ada Tanya
Kenapa wajah tak satu saja
Saat senyum yang buatku rindu
Agar hangat terasa di kalbu
Dan ku bahagia karna Dia bersama ku

Souljer 5 Nov '09

Rabu, 28 Oktober 2009

Mawar

Kuncup perlahan mekar
Merekah menjadi mawar
Tak lupa berduri
Sebagai pagar diri

Mawar perlahan mengembang
Menjulang tinggi semampai
Membelah langit
Di belai angin pagi

Tak ada ragu dalam sembilu
Tuk raih cita lupakan masalalu
menggapai asa yang menjelma
hingga ada di depan mata

Merah laksana semangatnya
Lembut laksana Jiwanya
Tegar laksana asanya
Garang laksana Tekadnya

Mawar beduri
Menyongsong mentari
Dengan senyum berseri

Minggu, 18 Oktober 2009

Cinta pujangga

cinta itu belaian lembut
yang menyentuh sisi terdalam
Jiwa diri pecinta
Yang membuat dia jadi pujangga


cinta itu kecupan hangat
yang menyentuh belah jiwa
Relung hati pujangga
Yang membuat dia jadi terlena

Cinta itu cinta
Cinta itu pujangga
Cinta itu Candu
Cinta itu Rindu

cinta cinta...
Cinta yang membuat Pujangga terlena..

Jumat, 02 Oktober 2009

Cinta itu

Pada satu bintang
Aku titipkan tanyaku
Aku Gantungkan raguku
aku pasrahkan bimbangku

Pada satu pohon
ku berteduh dari gamang
Akan rasa tak trbalas
Tentang Cinta yang terbiarkan

Ku berdiri menepi
Dari Jalan berkelok ini
Tanpa peta dan navigasi
Akan arah cintamu pergi

Inginku mengejarmu
Tukcari terang itu
Atas jawab dari segala tanya
Tentang aku dan Cinta itu

Ingin ku menyerah
Menutup Cerita
Tentang kau aku dan cinta
Tentang kita

Kamis, 01 Oktober 2009

Sepucuk surat tlah ku buat
Ku masukan dalam amplop puth bergaris biru
ku rapat dan ku simpan di atas meja
siap untuk di poskan besok pagi

Surat itu tentang keluhku pada Tuhan
Akan takdir yang tak kumengertian
Atas jalan hidup yang terlalu berliku
hingga ku terlalu lelah

Surat itu tentang protesku pada Tuhan
Akan peran ku yang hanya piguran
pada layar emas kehidupan
Hingga ku tak di anggap dan teracuhkan

Surat itu tentang sedihku pada Tuhan
Akan kebodohanku yang tak mengerti
Pada narasi hidupku sendiri
yang di Buat Tuhan mengoleksi Perih

Rabu, 30 September 2009

Suratku

Sepucuk surat tlah ku buat
Ku masukan dalam amplop puth bergaris biru

ku rapat dan ku simpan di atas meja

siap untuk di poskan besok pagi


Surat itu tentang keluhku pada Tuhan
Akan takdir yang tak kumengertian
Atas jalan hidup yang terlalu berliku
hingga ku terlalu lelah

Surat itu tentang protesku pada Tuhan
Akan peran ku yang hanya piguran
pada layar emas kehidupan>
Hingga ku tak di anggap dan teracuhkan

Surat itu tentang sedihku pada Tuhan
Akan kebodohanku yang tak mengerti
Pada narasi hidupku sendiri
yang di Buat Tuhan mengoleksi Perih


 

Minggu, 13 September 2009

kau

Ku kira kau Biru
Tapi nyatanya Abu
Kukira Kau hijau
Tapi nyatanya Ungu

Tak jua ku raba Warnamu
Karna kau Slalu berlalu
tak jua Ku Tau Auramu
Karna kau laksana menipu

Tapi ku tau kau ada
Dan slalu ada untukku
Meski tanpa warna
Mesti tanpa kata

Ku tahu kau Setia
walau ku tetap harus menerka
dimana hatimu berada.

Jumat, 04 September 2009

Sepi yang Kau tinggal

Waktu beranjak pergi
Saat ku menyapamu disini
Di tempat ini
Tempat kita pertama perkelankan diri

kini Waktu terasa terhenti
saat ku Merenung disini

di tempat ini 
Tempat yang sama saat kau beranjak pergi


Mungkin Waktu tak berpihak
Sama Seperti dirimu
Sama beranjak pergi dan Menjauh
Meninggalkan Sepi yang sesak.

Kamis, 27 Agustus 2009

Wajarkah Aku

Tak puaskah bagimu
Segenggam cinta yang diberi setiap hari
Secangkir cinta yang tercurah setiap detik

Tak ibakah Engkau
Atas cemas yang menjelma dalam setiap malamku
atas rintih yang terucap dalam setiap Do'a ku

Tk cukupkan untukmu
Setiaku di atas khianat mu
Lembutku di dalam dinginmu

Masih pantaskah untukku
Sebukit sabar untuk setiap kecurangan
sebait pujian atas segala cacian
sejumput Do'a dalam setiap hinaan

Masih wajarkan
saat ku Membunuh atas rasa takutku
kala ku menyumpah atas segala bimbangku
Ketika rasa atas Cinta
Menghilang terbang

Senin, 24 Agustus 2009

Pinta Sederhana

Ku ingin Sumpah mu
Atas Cinta yang tak mendua
Demi rasa yang kita punya
Agar bahagia menjelma

Tak ku rantai ragamu
Demi tuk puaskan Inginku
Yang kumau Relamu
Demi Cinta yang kau punya

Aku sanggup Menunggu
Tapi tak Seribu tahun
Cukup Hingga kau tahu
Bahwa maumu adalah Aku

Cinta titik

Dalam satu goresan pena
Aku tahu kau berbeda
Dalam satu ucap kata
Aku tahu kau berubah

Jeritku Mengetuk Langit
Meminta jawab atas salahku
Raungku mengguncang bumi
Mencari letak atas dosaku

Iba ku tak sampai
Tangisku tak terdengar
Rintihku mengabur
cinta mungkin tlah terkubur

Entah apa..
Entah karna siapa..
Entah bagaimana..
Entah entahlah..

Ku tak dapat menggenggammu lagi
Cinta di titik ini.

Jika Cinta

Jika Cinta Menyapa Dada
Tak perlu lagi Alasan
Kenapa dia harus ada
Karna Cinta itu sendiri Alasannya

Jika Cinta Menyentuh Rasa
Tak perlu lagi bertanya
Mengapa dia ada
Karna cinta sendiri yang merasakannya

Jika Cinta menjelma raga
tak perlu lagi terpana
Mengapa tak bentuk Rupa
Karna Cinta itu sendiri Wujudnya

Jika Cinta Perlahan Pergi
Tak perlu lagi di sesali
Akan alasan kenapa dia pergi
Karna Cinta memang Misteri

Berharap

Di balik Senyum ini
Masih tersimpan tawa
Dibalik sipu malu ini
Masih tersembunyi Hasrat Menggelora

Ingin ku ungkap cinta
Andai aku punya kata
Ingin ku ungkap sayang
Jika masa tlah datang

Burungpun kan malu
jika mendengar senandung rinduku
Mawar pun kan Cemburu
Jika Melihat kegirangan hatiku

Mungkin Awan kan menuntu mu
mungkin pelangi kan jadi petunjukmu
mungkin mentari kan bukakan matamu
mungkin bumi kan slalu mengawalmu
padaku pada Jalanku
Bahwa ku ada untukmu.

Kamis, 20 Agustus 2009

Cinta

Akankah ku terjebak
Pada satu kata Pinjaman
dari pujangga picisan
yang melayang di udara

Mungkinkah ku terketuk
Oleh Hembusan Wabah
yang terbawa Roman
dengan mengumbar Syahdu

Masih ku mencari
Akan Rasa yang harus ku anut
Ku rawat dan Ku biarkan
Untuk Hidup
Sekarang, Esok atau Abad Mendatang
Masih mencari Makna

CINTA

Minggu, 16 Agustus 2009

Puisi Sederhana

Aku mulai terusik
Dengan puisi biasa
Yang jauh dari rasa
Dan dari bahasa pujangga.

Huruf nya teracak sedikit tertata
Kata tersusun hanya sekenanya
Takada bait dan Jeda
Karna hanya deretan Kata.

Aku mulai melirik
Isi dari segala makna
Yang tertanam dalam kata
Walau sederhana.

Aku mulai bertanya
Rahasia Hati yang terbawa
Yang di wakili kata sederhana
Tentang Cinta Yang tak sederhana.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Premium Wordpress Themes